UUI Turunkan 50 Mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencana di Pidie Jaya

BANDA ACEH – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menurunkan sebanyak 50 mahaiswa untuk terlibat langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Bencana di Sumatera Tahun 2026.

Rifki Sani

2/6/20262 min read

BANDA ACEHUniversitas Ubudiyah Indonesia (UUI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menurunkan sebanyak 50 mahaiswa untuk terlibat langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Bencana di Sumatera Tahun 2026.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa dilepas secara resmi oleh Rektor UUI Dr Mutiawati MPd dalam sebuah seremoni pelepasan yang digelar di lingkungan kampus UUI (30/1/2026).

Selain itu, para mahasiswa juga diberikan coaching terkait dengan program yang akan dilakukan selama berada di lapangan.

Pelepasan ini menjadi simbol dukungan penuh pimpinan universitas terhadap peran aktif mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya dan mahasiswa yang terlibat berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni yang terdiri atas lintas prodi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan antara lain program studi S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kebidanan, S1 Psikologi, dan S1 Farmasi.

Mengusung tema “Boh Kala untuk Aceh Tangguh: Inovasi Anti-Nyamuk Alami Berbasis Kearifan Lokal dalam Mitigasi Risiko Penyakit Pasca Banjir”, program ini dirancang sebagai upaya percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam aspek kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit.

Pelaksanaan kegiatan didampingi langsung oleh tim dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UUI yang diketuai Bd Chairanisa Anwar SST MKM, dengan anggota Bd Nuzulul Rahmi SST MKes dan apt Siti Samaniyah MFarm.
Ketua tim dosen, Chairanisa Anwar, menyampaikan bahwa kondisi pascabencana masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan, terutama pada sektor kesehatan dan sosial masyarakat.

Kondisi pascabencana di wilayah ini masih memerlukan pendampingan, khususnya pada aspek kesehatan lingkungan, sosial, dan ketahanan keluarga. Harapannya, melalui program ini masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia, Dr Mutiawati MPd menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Program Mahasiswa Berdampak ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat pascabencana. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi warga,” ungkap Mutiawati.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melaksanakan berbagai aktivitas lapangan, mulai dari survei dan pendataan kondisi masyarakat pascabanjir, gotong royong pembersihan lingkungan dan lahan pertanian, edukasi pencegahan penyakit, penyuluhan kesehatan, hingga pendampingan ketahanan keluarga.

Dosen Pembimbing Lapangan, Bd Nuzulul Rahmi SST MKes menambahkan bahwa pendekatan lintas disiplin menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini.

“Mahasiswa dari berbagai program studi bekerja secara kolaboratif sesuai dengan keilmuan masing-masing. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang diberikan lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Manyang Cut,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa, khususnya dalam menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap isu kebencanaan dan kemanusiaan.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, UUI terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pemulihan bencana dan pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera.

Sebelumnya, UUI juga telah mendirikan posko pendidikan dan kesehatan serta menyalurkan bantuan non-tunai sebanyak 1 ton ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. (*)